Laporan Modul IX, Thickening
Mangihut Hasudungan S. (13306073) / 8 / Selasa, 26-Mei-2015
Abstrak
Thickening
merupakan pemisahan antara padatan dengan cairan yang berdasarkan atas
kecepatan pengendapan partikel atau mineral dalam suatu pulp. Dalam percobaan
praktikum ini kami menggunakan alat thickener. Thickener di isi dengan air sebanyak 2000
mili liter. Untuk bahan yang akan diuji memiliki ukuran yang berfariasi agar
mengetahui perbedaan laju pengendapan dengan ukuran fraksi yang berbeda. Ukuran
fraksi yang digunakan adalah mesh 10, 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, 200, dan
ukuran yang lebih kecil dari mesh 200. Pada setiap ukuran disiapkan seberat 1
gram, kemudian dimasukkan pada thickener yang telah berisi air dan menghiting
waktu yang diperlukan 1 gram ukuran fraksi tersebut sampai pada dasar thichkener. Dari semua
percobaan dapat disimpulkan semakin kecil ukuran fraksi maka waktu yang
dibutuhkan untuk sampai ke dasar tichkener akan semakin lama. Apabila material
yang digunakan berbeda walaupun dengan ukuran yang sama, waktu pengendapan akan
berbeda, dari perbedaan inilah kita dapat memisahkan partikel atau mineral
dengan mineral atau parikel lainnya.
A.
TinjauanPustaka
Konsentrasi Secara Flotasi (Flotation Concentration)Merupakan proses konsentrasi berdasarkan
sifat “senang terhadap udara” atau “takut terhadap air” (hydrophobic). Pada umumnya mineral-mineral oksida dan sulfida akan
tenggelam bila dicelupkan ke dalam air, karena permukaan mineral-mineral itu
bersifat “suka akan air” (hydrophilic).
Tetapi beberapa mineral sulfida, antara lain kalkopirit (Cu Fe S2), galena (Pb
S), dan sfalerit (Zn S) mudah diubah sifat permukaannya dari suka air menjadi
suka udara dengan menambahkan reagen yang terdiri dari senyawa hidrokarbon.
Sejumlah reagen kimia yang sering digunakan dalam proses flotasi adalah:
Pembuih (frother)
yang berfungsi sebagai pen-stabil gelembung-gelembung udara. Misalnya : methyl isobuthyl carbinol (MIBC), minyak
pinus, dan terpentin.
Kolektor / pengumpul (collector) yang bisa mengubah sifat permukaan mineral yang semula suka air menjadi suka udara, Bagian yang pekat mengendap ke bawah disebut underflow, sedangkan bagian yang encer atau airnya mengalir di bagian atas disebut overflow. Contohnya : xanthate, thiocarbonilid, asam oleik, dll.Penekan / pencegah (depresant) yang berguna untuk mencegah agar mineral pengotor tidak ikut menempel pada udara dan ikut terapung. Misalnya : Zn SO4 untuk menekan Zn S.
Kolektor / pengumpul (collector) yang bisa mengubah sifat permukaan mineral yang semula suka air menjadi suka udara, Bagian yang pekat mengendap ke bawah disebut underflow, sedangkan bagian yang encer atau airnya mengalir di bagian atas disebut overflow. Contohnya : xanthate, thiocarbonilid, asam oleik, dll.Penekan / pencegah (depresant) yang berguna untuk mencegah agar mineral pengotor tidak ikut menempel pada udara dan ikut terapung. Misalnya : Zn SO4 untuk menekan Zn S.
Pengatur keasaman (pH regulator) yang berfungsi untuk
mengatur tingkat keasaman proses flotasi.
Misalnya : HCl,
HNO3, Ca (OH)3, NH4 OH, dll.
Produk flotasi
ada 3 (tiga) macam, yaitu :
a.
Konsentrat
(concentrate) yang berupa
mineral-mineral yang ikutterapung (mineral-mineral apungan)
dengangelembung-gelembungudara.
b.
Amang
(middling) yang merupakan
mineral-mineral apungan yang masihmengandungbanyak mineral-mineral pengotor.
c.
Ampas
(tailing) yang tenggelamterdiridari
mineral-mineral pengotor.
Peralatan yang biasa dipakai adalah :
Mechanical
flotation yang terdiri dari berbagai variasi antara
lain :
1.
Agitair cell
2.
Denver cell
3.
Krupp cell
4.
Outokumpu cell
5.
Wemco-Fagregren cell
Pneumatic
flotation yang terdiri dari variasi :
1.
Column cell
2.
Cyclo cell
3.
Davcra cell
4.
Flotaire cell
PENGURANGAN
KADAR AIR / PENGAWA-AIRAN (DEWATERING)
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kandungan air yang ada pada konsentrat yang diperoleh dengan proses basah, misalnya proses konsentrasi gravitasi dan flotasi.
Cara-cara pengawa-airan ini ada 3 (tiga), yaitu :
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kandungan air yang ada pada konsentrat yang diperoleh dengan proses basah, misalnya proses konsentrasi gravitasi dan flotasi.
Cara-cara pengawa-airan ini ada 3 (tiga), yaitu :
1)
Cara
Pengentalan / Pemekatan (Thickening)
Konsentrat yang berupa lumpur dimasukkan ke dalam bejana
bulat. Bagian yang pekat mengendap ke bawah disebut underflow, sedangkan bagian yang encer atau airnya mengalir di
bagian atas disebut overflow. Kedua
produk itu dikeluarkan secara terus menerus (continuous).
Peralatan yang biasa dipakai adalah :
a.
Rake thickener.
b.
Deep cone thickener.
c.
Free flow thickener.
2)Cara Penapisan / Pengawa-airan (Filtration)
Dengan cara pengentalan kadar airnya masih cukup tinggi, maka
bagian yang pekat dari pengentalan dimasukkan ke penapis yang disertai dengan
pengisapan, sehingga jumlah air yang terisap akan banyak. Dengan demikian akan
dapat
dipisahkan padatan dari airnya.
Peralatan yang dipakai adalah :
Vacuum
(suction) filters
yang terdiri dari :
a)
Intermitten, misalnyaMoore leaf
filter.
b)
Continuousadabeberapatipe,
yaitu :
1.
Bentuksilindris /
tromol (drum type), misalnya : Oliver filter, Dorrco filter.
2.
Bentukcakram (disk type)
berputar, contohnya : American filter.
3.
Bentuklembaranberputar (revolving
leaf type), contohnya : Oliver filter.
4.
Bentukmeja (desk type),
misalnya : Caldecott sand table filter.
Pressure
filter, misalnya :
a.
Merrill plate and frame filter.
b.
Kelly pressure filter.
c.
Burt revolving filter
3)Pengeringan (Drying)
Yaitu proses untuk membuang seluruh kandung air dari padatan
yang berasal dari konsentrat dengan cara penguapan (evaporization/evaporation).
Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu :
Hearth
type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang dilakukan di atas lantai oleh sinar
matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik).
Shaft
drier, ada dua macam, yaitu :
a.
Tower drier, material (mineral) yang basahdijatuhkan di dalamsaluransilindrisvertikal
yang dialiriudarapanas (80o – 100o).
b.
Rotary drier, material yang basahdialirkankedalamsilinderpanjang yang
diputarpadaposisiagak miring dandialiriudarapanas yang berlawananarah.
Film type drier (atmospheric drum drier) ; silinder baja
yang di dalamnya dialiri uap air (steam).
Jarang dipakai.Spray drier, material
halus yang basah dan disemburkan kedalam ruangan panas ; material yang kering
akan terkumpul dibagian bawah ruangan, adanya pultion dari bawah mengakibatkan bed merenggang sehingga memberikan
kesempatan partikel untuk lolos,Bagian yang
pekat mengendap ke bawah disebut underflow,
karena adanya hisapan maka material tersebut akan mengendap kembali.Cara ini juga jarang dipakai.
B. Data
Percobaan
Tabel 9.1 Data Hasil Percobaan Thickening
|
Ayakan
|
Berat Produk
|
Waktu
|
||
|
Fraksi
|
Milimeter
|
Ukuran
|
Mengendap
|
|
|
(mesh)
|
Ayakan (mm)
|
(gram)
|
(detik)
|
|
|
+4
|
+4,750
|
4,750
|
5
|
1,16
|
|
-7+10
|
-2,830+2,000
|
2,000
|
5
|
2,45
|
|
-10+20
|
-2,000+0,850
|
0,850
|
5
|
3,17
|
|
-20+40
|
-0,850+0,425
|
0,425
|
5
|
5,01
|
|
-40+60
|
-0,425+0,250
|
0,250
|
5
|
8,73
|
|
-60+80
|
-0,250+0,180
|
0,180
|
5
|
10,3
|
|
-80+100
|
-0,180+0,125
|
0,125
|
5
|
12,7
|
|
-100+120
|
-0,125+0,106
|
0,106
|
5
|
14,7
|
|
-120+140
|
-0,106+0,088
|
0,088
|
5
|
16,51
|
|
-140+200
|
-0,088+0,075
|
0,075
|
5
|
17,97
|
|
-200
|
-0,075
|
-0,075
|
5
|
18,1
|
|
|
|
|
55
|
|
C. Pengolahan Data Percobaan
Grafik 9.1 UkuranAyakanvsWaktuMengendap

D. Analisa Hasil Percobaan
Dalam percobaan praktikum ini kami
menggunakan alat thickener. Thickener di isi dengan air sebanyak 2000 mili liter. Untuk
bahan yang akan diuji memiliki ukuran yang berfariasi agar mengetahui perbedaan
laju pengendapan dengan ukuran fraksi yang berbeda. Ukuran fraksi yang digunakan
adalah mesh 10, 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, 200, dan ukuran yang lebih kecil
dari mesh 200. Pada setiap ukuran disiapkan seberat 1 gram, kemudian dimasukkan
pada thickener yang telah berisi air dan menghiting waktu yang diperlukan 1
gram ukuran fraksi tersebut sampai pada dasar thichkener. Dari semua percobaan dapat
disimpulkan semakin kecil ukuran fraksi maka waktu yang dibutuhkan untuk sampai
ke dasar tichkener akan semakin lama. Apabila material yang digunakan berbeda
walaupun dengan ukuran yang sama, waktu pengendapan akan berbeda, dari
perbedaan inilah kita dapat memisahkan partikel atau mineral dengan mineral
atau parikel lainnya.
E.
Kesimpulan
Dari
semuapercobaandapatdisimpulkansemakinkecilukuranfraksimakawaktu yang
dibutuhkanuntuksampaikedasartichkenerakansemakin lama. Apabila material yang
digunakanberbedawalaupundenganukuran yang sama, waktupengendapanakanberbeda,
dariperbedaaninilahkitadapatmemisahkanpartikelatau mineral dengan mineral
atauparikellainnya.
F.
DaftarPustaka
Ø Metcalf
and Eddy, 1997. Wastewater Engineering
Chapter 3 Sludge Thickening, Treatment, Disposal and Reuse. McGraw Hill,
New York.
Ø
Mustafa., 2015,
PengolahanBahanGalian, InstitutTeknologi Medan, Medan, Indonesia.
Ø
Team Asisten., 2015,
PenuntunPraktikumPengolahanBahanGalian,.InstitutTeknologi Medan, Medan,
Indonesia.
G. Lampiran

Gambar 9.1 Thickener

Gambar 9.2 Neraca analitik

Gambar 9.3 Ember

Gambar 9.4 Shaking Table

Gambar 9.5 Kuas
|
Tanggal Diterima
|
Keterangan
|
Paraf
|
Nilai
|
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar