UJUAN
TENGAH SEMESTER
(METODOLOGI
& KOMPUTASI TAMBANG)
DIKERJAKAN
OLEH:
MANGIHUT HASUDUNGAN SIMBOLON
13 306 073

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN
2015
1. Apa
yang dimaksud dengan metodologi penelitian?
2.Tuliskan
sebuah topic yang ingin anda diskusikan.
3.Tuliskan
minimal 2 literatur (daftar pustaka) yang anda gunakan dalam mendefenisikan hal
yang ingin anda diskusikan dalam kaitannya dengan topik yang anda defenisikan (
jawab no. 2). Lampirkan halamanyang anda kutip.
4.
Uraikan secara ringkas hal-hal penting
yang anda temui dalam literature tersebut.
5.Tentukan
tujuan diskusi/penelitian dari topik yang anda usulkan. Expresikan tujuan
tersebut dalam sebuah diangram tulang ikan(fish bond).
6.
Berikan ulasan/alas an mengapa topik
yang anda pilih menarik untuk dipelajari. Kaitkan alas an tersebut dengan apa
yang anda temui didalam literature yang and abaca.
7.
Jelasakan masalah yang ingin anda
teliti sehubungan dengan tujuan yang hendak dicapai.
8. Sebutkan
hal-hal yang akan dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang diinginkan.
9. State-kan
kondisi dari topik yang dipelajari sehingga apa yang ingin dipelajari dapat
dipahami dengan mudah.
Penyelesaian:
1. Yang
dimaksud dengan Metode Penelitian adalah cara alamiah untuk memperoleh data
dengan kegunaan dan tujuan tertentu.
Jadi setiap penelitian yang dilakukan itu memiliki kegunaan serta tujuan
tertentu. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek
yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai
motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi
masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah
sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang
selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan
mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya
menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Alasan
mengapa perlu untuk dipelajari Metode Penelitian
Ø Meningkatkan
keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis. Untuk itu peneliti perlu
menguasai metodologi yang baik dan benar dan mampu menganalisis fakta serta
permalahan yang telah ada.
Ø Meningkatkan
kemampuan menggunakan fakta untuk menguatkan simpulan umum yang ditarik dari
fakta atau untuk mendukung rekomendasi. Untuk itu peneliti perlu mempelajari
metodologi ilmiah, menganalisis model yang ada, dan menulis komposisi dalam
bentuk laporan hasil analisis tersebut.
Ø Membedakan
fakta dari pendapat, menyelaraskan istilah-istilah atau kata-kata yang emotif
menjadi kata-kata yang referensial, serta belajar untuk menghilangkan pendapat
yang tanpa dukungan bukti;
Ø Meningkatkan
pengetahuan tentang mekanisme penelitian.
2.Topik
yang ingin saya diskusikan ialah MASALAH
LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN ENERGI
3.Literatur
yang saya gunakan dalam mendefinisikan MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN
PERTAMBANGAN ENERGI ialah
Ø Afrianto.
2010. Masalah Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi.http://afryandisini.blogspot.com/2010/11/masalah-lingkungan-dalam-pembangunan.html
4.
Inilah secara ringkas hal-hal penting
dari literature yang saya temui.
Jumlah penduduk dunia terus meningkat
setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan.
Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi
sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang
menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak
langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan
makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat
pencemar yang berbahaya. Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah
menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan
bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan
pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air
dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi
fosil terhadap manusia dan lingkungan.
Dampak terhadap udara dan iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran
sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas,
antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida
(SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam.
Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan
tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya
makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan
rusaknya bangunan (karat, dan lapuk).
Dampak
Terhadap Perairan
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
Dampak Terhadap Tanah
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.
Untuk metoda
penambangan bawah tanah (underground mining) dampak negatifnya terhadap
lingkungan hidup agak terbatas. Yang perlu diperhatikan dan diwaspadai adalah
dampak pembuangan batuan samping (country rock/waste) dan air berlumpur hasil
penirisan tambang (mine drainage). Kecuali untuk metode ambrukan (caving
method) yang dapat merusak bentang alam (landscape) atau morfologi, karena
terjadinya amblesan (surface subsidence). Metoda penambangan bawah tanah yang
dapat mengurangi timbulnya gas-gas beracun dan berbahaya adalah penambangan
dengan “auger” (auger mining), karena untuk pemberaiannya (loosening) tidak
memakai bahan peledak.
Untuk menekan
terhamburnya debu ke udara, maka harus dilakukan penyiraman secara teratur
disepanjang jalan angkut, tempat-tempat pemuatan, penimbunan dan peremukan
(crushing). bahkan disetiap tempat perpindahan (transfer point) dan peremukan
sebaiknya diberi bangunan penutup serta unit pengisap debu
Untuk menghindari
timbulnya getaran (ground vibration) dan lemparan batu (fly rock) yang
berlebihan sebaiknya diterapkan cara-cara peledakan yang benar, misalnya dengan
menggunakan detonator tunda (millisecond delay detonator) dan peledakan
geometri (blasting geometry) yang tepat.
Lumpur dari
penirisan tambang tidak boleh langsung dibuang ke badan air (sungai, danau atau
laut), tetapi harus ditampung lebih dahulu di dalam kolam-kolam
pengendapan (settling pond) atau unit pengolahan limbah (treatment plant)
terutama sekali bila badan air bebas itu dipakai untuk keperluan domestik oleh
penduduk yang bermukim disekitarnya
Segera melaksanakan
cara-cara reklamasi/ rehabilitasi/restorasi yang baik terhadap lahan-lahan
bekas penambangan. Misalnya dengan meratakan daerah-daerah penimbunan tanah
penutup atau bekas penambangan yang telah ditimbun kembali (back filled areas)
kemudian ditanami vegetasi penutup (ground cover vegetation) yang nantinya
dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi lahan pertanian atau perkebunan.
Penyehatan Lingkungan Pertambangan
Program Lingkungan Sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu
lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan system kesehatan
kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan.
Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:
Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:
1. Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar
2. Pemeliharaan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan
3. Pengendalian dampak risiko lingkungan
4. Pengembangan
wilayah sehat.
Sebagai gambaran
pencapaian tujuan program lingkungan sehat disajikan dalam per kegiatan pokok
melalui indikator yang telah disepakati serta beberapa kegiatan yang
dilaksanakan sebagai berikut:
1. Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi
Adanya perubahan paradigma dalam pembangunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan dalam penggunaan prasarana dan sarana yang dibangun, melalui kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
1. Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi
Adanya perubahan paradigma dalam pembangunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan dalam penggunaan prasarana dan sarana yang dibangun, melalui kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Pencemaran
dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul karena aktifitas Pertambangan
Menurut saya pertambangan memang sangat berperan penting
bagi jaman sekarang. Soalnya semua kehidupan di bumi ini menggunakan
bahan-bahan yang ada di pertambangan. Contohnya;
a.Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah tangga,mobil,motor,dll
b.Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c.Emas digunakan untuk membuat kalung,anting,cincin
d.Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e.Dan masih banyak lagi seperti perak,baja,nikel,batu bara,timah,pasir kaca,dll
Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan kerusakan lingkungan di pertambangan adalah;
a.Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah tangga,mobil,motor,dll
b.Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c.Emas digunakan untuk membuat kalung,anting,cincin
d.Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e.Dan masih banyak lagi seperti perak,baja,nikel,batu bara,timah,pasir kaca,dll
Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan kerusakan lingkungan di pertambangan adalah;
1. Pembukaan lahan secara luas
Dalam masalah ini biasanya investor membuka lahan
besar-besaran,ini menimbulkan pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan
apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban jiwa.
2. Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui.
2. Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui.
Hasil petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat
diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk masa-masa yang akan datang. Dan bagi
penerus atau cicit-cicitnya.
3. Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi risih.
Biasanya pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat
memecahkan telinga. Dan biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan
warga. Dan terkadang warga menjadi kesal.
4. Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai
tempatnya.
Dari sepenggetahuan saya bahwa ke banyakan pertambangan
banyak membuang limbahnya tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya
di kali,sungai,ataupun laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat
pertambangan belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector
perairan.
5. Pencemaran udara atau polusi udara.
Di saat pertambangan
memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah,biasanya penambang tidak
memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya ozon.
5. Tujuan
diskusi dari topik yang saya usulkan ialah
6. Ulasan/alasan
mengapa topik yang saya pilih menarik untuk dipelajari ialah Pencemaran udara
terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga
mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan
kesehatan.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan
pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air
dan tanah).
Berikut ini disajikan beberapa dampak
negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan antara lain:
·
Dampak terhadap Udara dan Iklim
·
Dampak terhadap Perairan
·
Dampak terhadap Tanah
7. Masalah
yang ingin saya teliti sehubungan dengan tujuan yang hendak saya dicapai
ialah
·
Penyehatan Lingkungan Pertambangan
·
Penyediaan
Air Bersih dan Sanitasi
·
Reklamasi
tambang setelah selesai kegiatan Pertambangan
8. Hal-hal
yang akan dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang diinginkan ialah
·
Kegiatan Pertambangan yang tak merusak
lingkungan
·
Kegiatan Pertambangan yang menjaga
vegetasi sekitar lingkungan
·
Kegiatan Pertambangan yang melakukan
reklamasi tambang setelah usai kegiatan Pertambangan
·
Kegiatan Pertambangan yangtidak
mencemari udara dan iklim sekitar
9. State
kondisi dari topik yang dipelajari sehingga apa yang ingin saya diskusikan
dapat dipahami dengan mudah
Kegiatan pertambangan mempunyai banyak dampak, baik itu dampak positif
maupun dampak negatif. Adapun dampak positifyang ditimbulkan pada kegiatan
pertambangan antara lain,masyarakat setempat mempunyai kesempatan untuk bekerja
diperusahaan tersebut, mendapat ganti rugi tanah yang digunakanuntuk kegiatan
pertambangan, dan Perusahaan Pertambangan dapat merupakan potensial bagi hasil
bumi maupun jasa yangtersedia dari masyarakat setempat. Dampak negatif yang
ditimbulkan oleh kegiatan Pertambangan antara lain terjadi pengundulan hutan
yang berlebihansehingga akan terjadi tanah longsor, banjir, kekeringan, dan
margasatwayang hidup pada daerah tersebut berpindah tempat atau bahkan mati.,
timbul gangguan berupa polusi udara, air tanah dan kebisingan,rusaknya jalan
dan jembatan Karena dilewati banyak kendaraan milik perusahaan pertambangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar