Rabu, 06 April 2016

METODOLOGI & KOMPUTASI TAMBANG, Tambang ITM`13

UJUAN TENGAH SEMESTER
(METODOLOGI & KOMPUTASI TAMBANG)
DIKERJAKAN
OLEH:

MANGIHUT HASUDUNGAN SIMBOLON
13 306 073

ITM WARNA 2

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN
2015
1. Apa yang dimaksud dengan metodologi penelitian?
2.Tuliskan sebuah topic yang ingin anda diskusikan.
3.Tuliskan minimal 2 literatur (daftar pustaka) yang anda gunakan dalam mendefenisikan hal yang ingin anda diskusikan dalam kaitannya dengan topik yang anda defenisikan ( jawab no. 2). Lampirkan halamanyang anda kutip.
4.          Uraikan secara ringkas hal-hal penting yang anda temui dalam literature tersebut.
5.Tentukan tujuan diskusi/penelitian dari topik yang anda usulkan. Expresikan tujuan tersebut dalam sebuah diangram tulang ikan(fish bond).
6.          Berikan ulasan/alas an mengapa topik yang anda pilih menarik untuk dipelajari. Kaitkan alas an tersebut dengan apa yang anda temui didalam literature yang and abaca.
7.          Jelasakan masalah yang ingin anda teliti sehubungan dengan tujuan yang hendak dicapai.
8. Sebutkan hal-hal yang akan dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang diinginkan.
9. State-kan kondisi dari topik yang dipelajari sehingga apa yang ingin dipelajari dapat dipahami dengan mudah.
Penyelesaian:
1. Yang dimaksud dengan Metode Penelitian adalah cara alamiah untuk memperoleh data dengan  kegunaan dan tujuan tertentu. Jadi setiap penelitian yang dilakukan itu memiliki kegunaan serta tujuan tertentu. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu.  Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Alasan mengapa perlu untuk dipelajari Metode Penelitian
Ø  Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan   sistematis. Untuk itu peneliti perlu menguasai metodologi yang baik dan benar dan mampu menganalisis fakta serta permalahan yang telah ada.
Ø  Meningkatkan kemampuan menggunakan fakta untuk menguatkan simpulan umum yang ditarik dari fakta atau untuk mendukung rekomendasi. Untuk itu peneliti perlu mempelajari metodologi ilmiah, menganalisis model yang ada, dan menulis komposisi dalam bentuk laporan hasil analisis tersebut.
Ø  Membedakan fakta dari pendapat, menyelaraskan istilah-istilah atau kata-kata yang emotif menjadi kata-kata yang referensial, serta belajar untuk menghilangkan pendapat yang tanpa dukungan bukti;
Ø  Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penelitian.

2.Topik yang ingin saya diskusikan ialah  MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN ENERGI

3.Literatur yang saya gunakan dalam mendefinisikan MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN ENERGI ialah
Ø  Afrianto. 2010. Masalah Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi.http://afryandisini.blogspot.com/2010/11/masalah-lingkungan-dalam-pembangunan.html

4.          Inilah secara ringkas hal-hal penting dari literature yang saya temui.
Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya. Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan.

Dampak terhadap udara dan iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global). Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, dan lapuk).
Dampak Terhadap Perairan
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
Dampak Terhadap Tanah
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.
Untuk metoda penambangan bawah tanah (underground mining) dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup agak terbatas. Yang perlu diperhatikan dan diwaspadai adalah dampak pembuangan batuan samping (country rock/waste) dan air berlumpur hasil penirisan tambang (mine drainage). Kecuali untuk metode ambrukan (caving method) yang dapat merusak bentang alam (landscape) atau morfologi, karena terjadinya amblesan (surface subsidence). Metoda penambangan bawah tanah yang dapat mengurangi timbulnya gas-gas beracun dan berbahaya adalah penambangan dengan “auger” (auger mining), karena untuk pemberaiannya (loosening) tidak memakai bahan peledak.
Untuk menekan terhamburnya debu ke udara, maka harus dilakukan penyiraman secara teratur disepanjang jalan angkut, tempat-tempat pemuatan, penimbunan dan peremukan (crushing). bahkan disetiap tempat perpindahan (transfer point) dan peremukan sebaiknya diberi bangunan penutup serta unit pengisap debu
Untuk menghindari timbulnya getaran (ground vibration) dan lemparan batu (fly rock) yang berlebihan sebaiknya diterapkan cara-cara peledakan yang benar, misalnya dengan menggunakan detonator tunda (millisecond delay detonator) dan peledakan geometri (blasting geometry) yang tepat.
Lumpur dari penirisan tambang tidak boleh langsung dibuang ke badan air (sungai, danau atau laut), tetapi harus ditampung lebih dahulu di dalam kolam-kolam pengendapan (settling pond) atau unit pengolahan limbah (treatment plant) terutama sekali bila badan air bebas itu dipakai untuk keperluan domestik oleh penduduk yang bermukim disekitarnya
Segera melaksanakan cara-cara reklamasi/ rehabilitasi/restorasi yang baik terhadap lahan-lahan bekas penambangan. Misalnya dengan meratakan daerah-daerah penimbunan tanah penutup atau bekas penambangan yang telah ditimbun kembali (back filled areas) kemudian ditanami vegetasi penutup (ground cover vegetation) yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi lahan pertanian atau perkebunan.
Penyehatan Lingkungan Pertambangan
Program Lingkungan Sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan system kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan.
Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:
1. Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar
2. Pemeliharaan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan
3. Pengendalian dampak risiko lingkungan
4. Pengembangan wilayah sehat.
Sebagai gambaran pencapaian tujuan program lingkungan sehat disajikan dalam per kegiatan pokok melalui indikator yang telah disepakati serta beberapa kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut:
1. Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi
Adanya perubahan paradigma dalam pembangunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan dalam penggunaan prasarana dan sarana yang dibangun, melalui kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul karena aktifitas Pertambangan
Menurut saya pertambangan memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya semua kehidupan di bumi ini menggunakan bahan-bahan yang ada di pertambangan. Contohnya;
a.Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah tangga,mobil,motor,dll
b.Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c.Emas digunakan untuk membuat kalung,anting,cincin
d.Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e.Dan masih banyak lagi seperti perak,baja,nikel,batu bara,timah,pasir kaca,dll
Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan kerusakan lingkungan di pertambangan adalah;
1. Pembukaan lahan secara luas
Dalam masalah ini biasanya investor membuka lahan besar-besaran,ini menimbulkan pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban jiwa.
2. Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui.
Hasil petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk masa-masa yang akan datang. Dan bagi penerus atau cicit-cicitnya.
3. Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi risih.
Biasanya pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi kesal.
4. Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya.
Dari sepenggetahuan saya bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali,sungai,ataupun laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.
5. Pencemaran udara atau polusi udara.
Di saat pertambangan memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah,biasanya penambang tidak memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya ozon.



5.   Tujuan diskusi dari topik yang saya usulkan ialah

 




















6.   Ulasan/alasan mengapa topik yang saya pilih menarik untuk dipelajari ialah Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah).
Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan antara lain:
·         Dampak terhadap Udara dan Iklim
·         Dampak terhadap Perairan
·         Dampak terhadap Tanah

7.   Masalah yang ingin saya teliti sehubungan dengan tujuan yang hendak saya dicapai ialah 
·         Penyehatan Lingkungan Pertambangan
·         Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi
·         Reklamasi tambang setelah selesai kegiatan Pertambangan


8.    Hal-hal yang akan dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang diinginkan ialah
·         Kegiatan Pertambangan yang tak merusak lingkungan
·         Kegiatan Pertambangan yang menjaga vegetasi sekitar lingkungan
·         Kegiatan Pertambangan yang melakukan reklamasi tambang setelah usai kegiatan Pertambangan
·         Kegiatan Pertambangan yangtidak mencemari udara dan iklim sekitar


9.    State kondisi dari topik yang dipelajari sehingga apa yang ingin saya diskusikan dapat dipahami dengan mudah
       Kegiatan pertambangan mempunyai banyak dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Adapun dampak positifyang ditimbulkan pada kegiatan pertambangan antara lain,masyarakat setempat mempunyai kesempatan untuk bekerja diperusahaan tersebut, mendapat ganti rugi tanah yang digunakanuntuk kegiatan pertambangan, dan Perusahaan Pertambangan dapat merupakan potensial bagi hasil bumi maupun jasa yangtersedia dari masyarakat setempat. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan Pertambangan antara lain terjadi pengundulan hutan yang berlebihansehingga akan terjadi tanah longsor, banjir, kekeringan, dan margasatwayang hidup pada daerah tersebut berpindah tempat atau bahkan mati., timbul gangguan berupa polusi udara, air tanah dan kebisingan,rusaknya jalan dan jembatan Karena dilewati banyak kendaraan milik perusahaan pertambangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar