Laporan Modul III, Ball Mill
Mangihut Hasudungan (13306073) / IX / Selasa, 26-Mei-2015
Sampel yang diuji ialah batugamping ukuran mesh 10 seberat 300gram yang
telah digerus dengan alat Ball Mill. Dari data pengukuran tiap sampel
batugamping yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan faktor-faktor yang
mempengaruhi proses penggerusan ialah kekerasan sampel, kekuatan dan ukuran bola keramik dalam ball mill, serta lama waktu
proses penggerusan sampel. Tujuan dari percobaan ball mill ini
sendiri ialah untuk mengetahui mekanisme kominusi dengan menggunakan alat
penggerus bola (ball mill), mengetahui jenis-jenis alat penggerus bola keramik,
mengetahui pengaruh waktu penggerusan terhadap produk, serta mengetahui
pengaruh media gerus terhadap produk. Setelah nilai F80 diketahui dengan
melihat 80% dari ukuran ayakan sama dengan 2mm kemudian dapat dicari antara
perbandingan % lolos kumulatif dengan ukuran fraksi maka diperolehlah P80
adalah 8,64. Dari data tersebut maka diperoleh RR80-nya adalah 0,23.
A.
Tinjauan Pustaka
Sebuah Ball Mill
grinds materi dengan memutar silinder dengan bola penggilingan baja,
menyebabkan bola jatuh kembali ke dalam silinder dan ke material yang akan
tanah. Rotasi biasanya antara 4 sampai 20 putaran per menit, tergantung pada
diameter pabrik.Semakin besar diameter, semakin lambat rotasi. Jika kecepatan
keliling pabrik terlalu besar, ia mulai bertindak seperti mesin pemisah dan
bola tidak jatuh kembali, tapi tinggal di sekeliling pabrik.
Titik di mana pabrik menjadi centrifuge disebut "Kecepatan Kritis", dan pabrik bola
biasanya beroperasi pada 65% sampai 75% dari kecepatan kritis.
Bola Mills umumnya digunakan untuk menggiling
bahan 1/4 inci dan lebih halus, sampai ke ukuran partikel 20 sampai 75
mikron.Untuk mencapai efisiensi yang wajar dengan pabrik bola, mereka harus
dioperasikan dalam sistem tertutup, dengan bahan kebesaran terus menerus
diresirkulasi kembali ke pabrik menjadi berkurang.Berbagai pengklasifikasi,
seperti layar, pengklasifikasi spiral, badai dan pengklasifikasi udara
digunakan untuk mengklasifikasi debit dari pabrik bola.
Menurut cara pengeluarannya produknya (discharge) ball mill dapat dibedakan. Bila produk gerusan keluar dengan sendirinya disebut overflow, tetapi bila produk keluar
melalui saringan yang dipasang pada ujung pengeluaran produk disebut grate discharge mill.Panjang bagian
silender dari mill kira-kira sama
dengan diameternya. Pada tlpe discharge yang terakhir ini,
produk dapat dengan bebas keluar, peremukan material di dalam mill rendah (lebih rendah dari overflow mill) dan(over grinding) minimum.
Gambar 4.1 Gigi Penggerak alat
penghancur Ball Mill
Alat
yang banyak dipakai pada tahap penggerusan adalah penggerus bola (ball mill), ditunjukkan secara
skematik alat penggerus bola. Bentuk alat penggerus ini mirip drum minyak yang kedua ujungnya
berbentuk kerucut dengan diameter dan ball mill dapat bekerja secara sinambung, masukan pada salah satu sisi dankeluaran
pada sisi yang lainnya.Ball mill
berputar melalui sumbu horizontal tinggi
untuk masing-masing ujung berbeda kemudian diletakkan horizonal. Biasanya
nisbah antara panjang drum terhadap diameternya berkisar 1,5:1 atau lebih
kecil. Apabila nisbah ini lebih besar dari 1,5:1 maka biasanya disebut tubemill. Penggerus diputar pada porosnya dengan kecepatan
tertentu. Ke dalam alat ini dimasukkan bola baja sebagai media penggerus, air
untuk membentuk lumpur (pulp), dan
material yang akan digerus. Umpan basah (biasanya sekitar 60-70% solid)
dimasukkan dari salah satu ujung dan produk yang telah halus keluar dari ujung
yang lain. Operasi penggerusan terjadi antara bola baja (atau bola keramik,
tergantung kebutuhan) yang diselimuti lumpur material dengan dinding drum. Agar dinding drum tidak aus maka di permukaannya dipasang 'liner' yang selain berfungsi sebagai pelindung dinding drum, juga
berfungsi sebagai pengingkat materiai mengikuti putaran drum.
Gambar
3.2 Bagian dan sisi-sisi Ball Mill
Ball mill merupakan
suatu mesin penggiling berbentuk silinder yang digunakan untuk menggiling atau
mencampurkan material seperti biji, bahan baku keramik dan cat. Ball mill berputar melalui sumbu
horisontal yang dipenuhi dengan material yang ingin digiling beserta dengan
medium penggiling. Berbagai material dapat digunakan sebagai media seperti bola
keramik, batu api, dan bola yang terbuat dari stainless steel.
Pada skala industri, ball mill dapat bekerja secara sinambung, masukan pada salah satu
sisi dankeluaran pada sisi yang lainnya. Ball
mill berkualitas tinggi dapat menggiling partikel campuranmenjadi sekecil 5
nm, meningkatkan luas permukaan dan laju reaksi secara besar. Ball mill dapatmenggiling berbagai macam
biji dan material baik basah ataupun kering. Terdapat dua macam ballmill berdasarkan cara pelepasan
material, yaitu tipe parutan dan tipe overfall.
Selain jenis ball
mill yang biasa, terdapat jenis kedua dari ball mill yang disebut dengan :
Ø Planetary Ball Mill.
Berikut adalah jenis ball mill ini memiliki ukuran lebih
kecil daripada ball mill yang biasa
dan biasa digunakandalam laboratorium untuk menggiling material sampel menjadi
ukuran terkecil. Planetary Ball
Mill Terdiri dari paling sedikit satu botol penggiling yang disusun
secara eksentris pada roda matahari. Arah pergerakan dari roda matahari
berlawanan dengan botol penggiling. Bola penggiling dalambotol penggiling
diletakkan di atas pergerakan rotasi yang disebut dengan gaya Corioli. Perbedaankecepatan antara bola
dan botol penggiling menghasilkan interaksi antara gaya gesek dan tekanyang
melepaskan energi dinamik yang tinggi. Perbedaan gaya ini menghasilkan tingkat
pengecilan ukuran yang tinggi dan efektif dari Planetary Ball Mill.
Tabel 3.1 Klasifilasi Jenis Bola Keramik
|
Ukuran Bola
|
Berat Bola
|
Jumlah Bola
|
Diameter Bola
|
Berat Umpan
|
|
(gram)
|
(buah)
|
(cm)
|
(gram)
|
|
|
Besar
|
1500
|
18
|
3
|
300
|
|
Sedang
|
1500
|
35
|
2
|
300
|
|
Kecil
|
1500
|
97
|
1,5
|
300
|
B. Data
Percobaan
Data percobaan yang diambil dari praktikum ialah
dengan menggunakan alat Ball Mill dengan menggunakan ball mill ukuran
kecil seberat 1500gram selama 15 menit pada sampel ayakan mesh 10 yang seberat
300gram. Kemudian sampel di ayak selama 15 menit. Maka diperoleh data percobaan
sebagai berikut :
Tabel 3.2
Data Percobaan Ball Mill
|
Ayakan
|
Berat Produk
|
Berat
|
Berat
|
% Berat
|
Tertampung
|
Lolos
|
||||
|
Fraksi
|
Milimeter
|
Ukuran
|
+ plastik
|
Plastik
|
Produk
|
Kumulatif
|
% Tertampung
|
Kumulatif
|
% Lolos
|
|
|
(mesh)
|
Ayakan (mm)
|
(gram)
|
(gram)
|
(gram)
|
Produk
|
(gram)
|
Kumulatif
|
(gram)
|
Kumulatif
|
|
|
-7+10
|
-2,830+2,000
|
2
|
235,8
|
1,8
|
234
|
79,27
|
234,0
|
79,27
|
61,2
|
20,73
|
|
-10+20
|
-2,000+0,850
|
0,85
|
31,3
|
1,5
|
29,8
|
10,09
|
263,8
|
89,36
|
31,4
|
10,64
|
|
-20+40
|
-0,850+0,425
|
0,425
|
13,1
|
3,2
|
9,9
|
3,35
|
273,7
|
92,72
|
21,5
|
7,28
|
|
-40+60
|
-0,425+0,250
|
0,25
|
6,3
|
1,6
|
4,7
|
1,59
|
278,4
|
94,31
|
16,8
|
5,69
|
|
-60+80
|
-0,250+0,180
|
0,18
|
6,4
|
1,7
|
4,7
|
1,59
|
283,1
|
95,90
|
12,1
|
4,10
|
|
-80+100
|
-0,180+0,125
|
0,125
|
6,1
|
4
|
2,1
|
0,71
|
285,2
|
96,61
|
10,0
|
3,39
|
|
-100+120
|
-0,125+0,106
|
0,106
|
3,5
|
1,7
|
1,8
|
0,61
|
287,0
|
97,22
|
8,2
|
2,78
|
|
-120+140
|
-0,106+0,088
|
0,088
|
4
|
1,8
|
2,2
|
0,75
|
289,2
|
97,97
|
6,0
|
2,03
|
|
-140+200
|
-0,088+0,075
|
0,075
|
2,3
|
1,8
|
0,5
|
0,17
|
289,7
|
98,14
|
5,5
|
1,86
|
|
-200
|
-0,075
|
-0,075
|
7,2
|
1,7
|
5,5
|
1,86
|
295,2
|
100,00
|
0,0
|
0,00
|
|
|
|
|
316
|
|
295,2
|
|
|
|
|
|
C. Pengolahan Data Percobaan
Grafik 3.1 Perbandingan % kumulatif VS ukuran Ayakan

D. Analisa Hasil Percobaan
Sampel yang diuji ialah sampel batugamping
seberat 300gr ayakan mesh 10 yang di chusher/hancurkan dengan alat Ball Mill selama 15 menit kemudian diayak
dengan waktu 15 menit
Dari data grafik percobaan tersebut diperolehlah
80% kumulatifnya, maka F80-nya ialah 2 mm dan dari data produk tersebut
kemudian dapat dicari antara perbandingan % lolos kumulatif dengan ukuran
fraksi maka diperolehlah P80. Dari data tersebut maka diperolehlah RR80-nya
y = 9,507x + 2,170
80 = 9,507x + 2,170
9,507x = 80 + 2,170
x = 82,170/9,507
x = 8,64
(RR80) = 2/8,64 = 0,23
E.
Kesimpulan
Dari
data pengukuran tiap sampel batugamping yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penggerusan ialah kekerasan
sampel, kekuatan dan ukuran bola keramik dalam ball mill, serta lama waktu
proses penggerusan sampel. Dan dari grafik 3.1 diatas dapat
diperoleh nalai RR80-nya adalah 0,23.
F. Daftar Pustaka
1.http://hotdenmanurun.blogspot.com/2013/07/laporan-praktikum-modul-rod-mill.html
2.http://abenkminer.blogspot.com/2011/08/komin
si.html
3.
Penuntun pengolahan bahan galian
G. Lampiran

Gambar 3.3 Alat Penggerus Bola (ball mill)

Gambar 3.4 Bola kramik ukuran kecil

Gambar 3.5 Neraca Analitik

Gambar 3.6 Sieve Shaker

Gambar 3.7 Kuas
|
Tanggal Diterima
|
Keterangan
|
Paraf
|
Nilai
|
|
|
|
|
|



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus