Selasa, 04 September 2018

Mangihut Hasudungan Simbolon Sistem Informasi Geografis (SIG)


Nama  : Mangihut Hasudungan Simbolon
Nim     : 13 306 073
Kelas   : T3 ( Mengulang)


1 A. Kegagalan yang mungkin terjadi dalam register data raster
Jawab :
·         Lupa mengubah koordinat lintang dan bujur yang berupa Degree minute second menjadi Degree Decimal
·         Apabila Error Pixel nya masih di atas 0
·         Kesalahan dalam Koordinat dan Posisi Titik Ikat 1

1  B. Apa yang dimaksud dengan Proyek
Jawab :
Proyeksi
Proyeksi adalah gambar bayangan suatu benda yang berasal dari benda atau imajiner yang dituangkan dalam bidang gambar menurut cara-cara tertentu . Proyeksi dibagikan menjadi dua yaitu Proyeksi Aksonometri dan Proyeksi Oblique

Proyeksi peta
Secara khusus pengertian dari proyeksi peta adalah cara memindahkan sistem paralel (garis lintang) dan meridian (garis bujur) berbentuk bola (Globe) ke bidang datar (peta). Hasil pemindahan dari globe ke bidang datar ini akan menjadi peta.Pemindahan dari globe ke bidang datar harus diusahakan akurat. Agar kesalahan diperkecil sampai tidak ada kesalahan maka proses pemindahan harus memperhatikan syarat-syarat di bawah ini:

·         Bentuk-bentuk di permukaan bumi tidak mengalami perubahan (harus tetap), persis
 seperti pada gambar peta di globe bumi.
·          Luas permukaan yang diubah harus tetap.
·          Jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan bumi yang diubah harus tetap.

1 C. Proyeksi apa yang digunakan untuk wilayah Sumatera Utara (Indonesia) 
Jawab :
Sistem UTM dengan system koordinat WGS 84 sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia. UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x,y) menggunakan proyeksi silinder, transversal, dan conform yang memotong bumi pada dua meridian standart. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Sebagai contoh, zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB, zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB, terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU. Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C,D,E,F, hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C, 72° LS hingga 64° LS diberi notasi D, 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E, dan seterusnya.

2. Bagaimakanah Bentuk dan Struktur Data dalam SIG?
Jawab :
Bentuk dan Struktur Data           
Bentuk dan Struktur Data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat bekerja dengan bermacam-macam data sesuai dengan tujuan spesifik dari penggunaan SIG itu sendiri. Secara umum data-data yang ada dapat dikelompokkan menjadi data spasial yaitu peta dan data non spasial (atribut) yang bersifat deskriptif.
·          Data Spasial
Data spasial adalah jenis data yang merepresentasikan obyek-obyek geografi yang penyajian datanya secara keruangan. Puntodewo (2003) mengemukakan bahwa, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format.

·         Vektor
Dalam format vektor, bumi direpresentasikan sebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), poligon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/ point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua baris).

·         Raster (sel grid)
Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut sebagai pixel (picture element). Resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya, semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster dihasilkan dari sistem penginderaan jauh dan sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah, suhu, dan lain-lain.

·         Data Atribut
Merupakan data yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai obyek  data spasial dan bersifat identitas. Data atribut dapat dinyatakan menjadi empat kelompok, yaitu :
Nominal, bersifat membedakan antara yang satu dengan yang lainnya, tanpa ada urutan berdasarkan harkat, keterangan identitas.
Ordinal, bersifat membedakan yang satu dengan yang lain dan bersifat urutan.
Interval, mengacu ke obyek alam yang bersifat selang (minimum dan maksimum) tertentu dan adanya interval baku tertentu.
Ratio, mempunyai ciri yang sama dengan interval tetapi mempunyai nilai awal mutlak.


3.  Sebutkan dan uraikan pendekatan analisis dalam SIG!
Jawab :
·         Buffering
Dalam subsistem manipulasi dan analisis data, contohcontoh proses yang dilakukan antara lain berupa buffer. Fungsi buffer adalah membuat poligon baru berdasarkan jarak yang telah ditentukan pada data garis atau titik maupun poligon. Sebagai contoh, kita akan melakukan buffer terhadap jarak sungai 50 meter, menggunakan fasilitas buffer yang kita pilih, kemudian komputer akan mengolah sesuai perintah kita.

·         Skoring
Selain pengukuran jarak, skoring atau pemberian nilai terhadap sifat dari parameter yang digunakan dalam analisis  juga dilakukan pada subsistem ini. Selain pemberian skor terhadap sifat-sifat pada tiap parameter, juga sering dilakukan pembobotan. Hal ini dilakukan apabila dianggap ada faktor yang berperan lebih daripada faktor atau parameter yang lain

·         Overlay
Selain itu, analisis dan manipulasi data dengan overlay/ tumpang susun juga sering dilakukan pada subsistem ini. Nah, ada beberapa metode untuk melakukan overlay data grafis yang dapat dilakukan pada perangkat lunak SIG. Metode-metode tersebut adalah identity, intersection, union, dan up date. Metode-metode tersebut akan kita bahas satu per satu. Identity adalah tumpang susun dua data grafis dengan menggunakan data grafis pertama sebagai acuan batas luarnya. Jadi, apabila batas luar antara dua data grafis yang akan dioverlay tidak sama, maka batas luar yang akan digunakan adalah batas luar data grafis pertama.


Langkah langkah Pembuatan Kontur Peta Dengan Menggunakan Software Surfer 13

1.        Pembuatan Kontur Peta Dengan Menggunakan Software Surfer 13
Berikaut langkah kerja pembuatan kontur peta menggunakan software Surfer 13
·         Buka software surfer
·         Membuka file exel yang sudah tersedia titik koordinat ( x, y, z )
·         Pilih menu grid, data, pilih data yang sudah disimpan tadi lalu open



 







·         Maka akan muncul grid data, ada beberapa metode dalam gridding data salah satunya metode kriging dan pastikan data kita sesuai permintaan software surfer. Untuk memastikan data kita pas atau tidak pilih view data, sesuaikan dengan data exel tadi (kolom A;Y, B; x dan C; z) lalu klik oke


 







·         Setelah di okekan seperti di atas maka akan muncul jendela gridding report lalu klik no.


 







·         Lalu pilih, new, contour map .lalu pilih file yang sudah di gridding tadi lalu ok.Maka muncul lembar kerja kontur 2d


 




 







·         Untuk membuat fill contour  double klik kontor tadi maka akan muncul property manager, level lalu centang fill contour. Untuk color scale, pilih skala lalu centang.

















 




















·    Untuk membuat Peta kontur menjadi 3D pilih menu Map, add,  3D surface Layar maka akan muncul seperti dibawah ini.


 










·         Untuk membuat simbol, pilih simbol lalu klik kanan di lembar kerja, maka akan keluar beberapa simbol pilihan. Dan untuk membuat text pili text seperti gambar di bawah ini.
 




























2.      Hasil Akhir Dari Langkah Kerja Tersebut seperti gambar di bawan ini.










3.   Cara Mencari SkalaPeta
 









 
















Maka skala peta adalah:
Jarak A- A’  sebenarnya          =900.000 cm
Jarak A-A’  dipeta                  = 3 cm
Skala   = jarak sebernanya / jarak dipeta
            =  90.000 cm / 3 cm
            = 30.000 cm
Skala   = 1 : 30.000