Nama : Mangihut
Hasudungan Simbolon
Nim : 13 306
073
Kelas : T3 (
Mengulang)
1 A. Kegagalan yang mungkin terjadi
dalam register data raster
Jawab :
·
Lupa mengubah koordinat lintang dan bujur yang berupa Degree
minute second menjadi Degree Decimal
·
Apabila Error Pixel nya masih di atas 0
·
Kesalahan dalam Koordinat dan Posisi
Titik Ikat 1
1
B. Apa yang dimaksud dengan Proyek
Jawab :
Proyeksi
Proyeksi
adalah gambar bayangan suatu benda yang berasal dari benda atau imajiner yang
dituangkan dalam bidang gambar menurut cara-cara tertentu . Proyeksi dibagikan
menjadi dua yaitu Proyeksi Aksonometri dan Proyeksi Oblique
Proyeksi
peta
Secara khusus pengertian dari proyeksi peta adalah cara memindahkan sistem paralel (garis lintang) dan meridian (garis bujur) berbentuk bola (Globe) ke bidang datar (peta). Hasil pemindahan dari globe ke bidang datar ini akan menjadi peta.Pemindahan dari globe ke bidang datar harus diusahakan akurat. Agar kesalahan diperkecil sampai tidak ada kesalahan maka proses pemindahan harus memperhatikan syarat-syarat di bawah ini:
Secara khusus pengertian dari proyeksi peta adalah cara memindahkan sistem paralel (garis lintang) dan meridian (garis bujur) berbentuk bola (Globe) ke bidang datar (peta). Hasil pemindahan dari globe ke bidang datar ini akan menjadi peta.Pemindahan dari globe ke bidang datar harus diusahakan akurat. Agar kesalahan diperkecil sampai tidak ada kesalahan maka proses pemindahan harus memperhatikan syarat-syarat di bawah ini:
·
Bentuk-bentuk di permukaan bumi tidak
mengalami perubahan (harus tetap), persis
seperti pada gambar peta di globe bumi.
seperti pada gambar peta di globe bumi.
·
Luas permukaan yang diubah harus tetap.
·
Jarak antara satu titik dengan titik lain di
atas permukaan bumi yang diubah harus tetap.
1
C. Proyeksi apa yang digunakan untuk wilayah Sumatera Utara (Indonesia)
Jawab :
Sistem UTM dengan system koordinat WGS
84 sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia. UTM menggunakan silinder
yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu
tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis singgung ellipsoid dan
silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Pada
system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x,y)
menggunakan proyeksi silinder, transversal, dan conform yang memotong bumi pada
dua meridian standart. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang
disebut dengan UTM zone. Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan
memiliki meridian tengah sendiri. Sebagai contoh, zone 1 dimulai dari 180° BB
hingga 174° BB, zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB, terus kearah timur
hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT. Batas lintang dalam
system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU. Setiap bagian derajat
memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. Bagian
derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C,D,E,F, hingga X (huruf I dan
O tidak digunakan). Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C,
72° LS hingga 64° LS diberi notasi D, 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E, dan
seterusnya.
2. Bagaimakanah Bentuk
dan Struktur Data dalam SIG?
Jawab
:
Bentuk dan Struktur Data dalam Sistem Informasi
Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat bekerja dengan bermacam-macam data sesuai dengan tujuan spesifik dari penggunaan SIG itu sendiri. Secara umum data-data yang ada dapat dikelompokkan menjadi data spasial yaitu peta dan data non spasial (atribut) yang bersifat deskriptif.
Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat bekerja dengan bermacam-macam data sesuai dengan tujuan spesifik dari penggunaan SIG itu sendiri. Secara umum data-data yang ada dapat dikelompokkan menjadi data spasial yaitu peta dan data non spasial (atribut) yang bersifat deskriptif.
·
Data Spasial
Data spasial adalah jenis data yang merepresentasikan obyek-obyek geografi yang penyajian datanya secara keruangan. Puntodewo (2003) mengemukakan bahwa, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format.
Data spasial adalah jenis data yang merepresentasikan obyek-obyek geografi yang penyajian datanya secara keruangan. Puntodewo (2003) mengemukakan bahwa, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format.
·
Vektor
Dalam format vektor, bumi direpresentasikan sebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), poligon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/ point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua baris).
Dalam format vektor, bumi direpresentasikan sebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), poligon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/ point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua baris).
·
Raster (sel grid)
Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut sebagai pixel (picture element). Resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya, semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster dihasilkan dari sistem penginderaan jauh dan sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah, suhu, dan lain-lain.
Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut sebagai pixel (picture element). Resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya, semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster dihasilkan dari sistem penginderaan jauh dan sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah, suhu, dan lain-lain.
·
Data Atribut
Merupakan data yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai obyek data spasial dan bersifat identitas. Data atribut dapat dinyatakan menjadi empat kelompok, yaitu :
Nominal, bersifat membedakan antara yang satu dengan yang lainnya, tanpa ada urutan berdasarkan harkat, keterangan identitas.
Ordinal, bersifat membedakan yang satu dengan yang lain dan bersifat urutan.
Interval, mengacu ke obyek alam yang bersifat selang (minimum dan maksimum) tertentu dan adanya interval baku tertentu.
Ratio, mempunyai ciri yang sama dengan interval tetapi mempunyai nilai awal mutlak.
Merupakan data yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai obyek data spasial dan bersifat identitas. Data atribut dapat dinyatakan menjadi empat kelompok, yaitu :
Nominal, bersifat membedakan antara yang satu dengan yang lainnya, tanpa ada urutan berdasarkan harkat, keterangan identitas.
Ordinal, bersifat membedakan yang satu dengan yang lain dan bersifat urutan.
Interval, mengacu ke obyek alam yang bersifat selang (minimum dan maksimum) tertentu dan adanya interval baku tertentu.
Ratio, mempunyai ciri yang sama dengan interval tetapi mempunyai nilai awal mutlak.
3.
Sebutkan dan uraikan pendekatan analisis dalam SIG!
Jawab :
·
Buffering
Dalam subsistem manipulasi dan analisis data,
contohcontoh proses yang dilakukan antara lain berupa buffer. Fungsi
buffer adalah membuat poligon baru berdasarkan jarak yang telah ditentukan pada
data garis atau titik maupun poligon. Sebagai contoh, kita akan melakukan
buffer terhadap jarak sungai 50 meter, menggunakan fasilitas buffer yang kita
pilih, kemudian komputer akan mengolah sesuai perintah kita.
·
Skoring
Selain pengukuran jarak, skoring atau pemberian nilai
terhadap sifat dari parameter yang digunakan dalam analisis juga
dilakukan pada subsistem ini. Selain pemberian skor terhadap
sifat-sifat pada tiap parameter, juga sering dilakukan pembobotan. Hal ini
dilakukan apabila dianggap ada faktor yang berperan lebih daripada faktor atau
parameter yang lain
·
Overlay
Selain itu, analisis dan manipulasi data dengan
overlay/ tumpang susun juga sering dilakukan pada subsistem ini. Nah,
ada beberapa metode untuk melakukan overlay data grafis yang dapat dilakukan
pada perangkat lunak SIG. Metode-metode tersebut adalah identity, intersection,
union, dan up date. Metode-metode tersebut akan kita bahas satu per satu.
Identity adalah tumpang susun dua data grafis dengan menggunakan data grafis
pertama sebagai acuan batas luarnya. Jadi, apabila batas luar antara dua data
grafis yang akan dioverlay tidak sama, maka batas luar yang akan digunakan
adalah batas luar data grafis pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar