Jumat, 03 Juli 2015

Skala Mohs Kekerasan Mineral
Kekerasan Mohs              Mineral                Formula kimia            Kekerasan absolute               
           1                         Talek/Talc             Mg3Si4O10(OH)2                         1                    
           2                          Gipsum                  CaSO4·2H2O                              3                     
           3                            Kalsit                      CaCO3                                     9                      
           4                            Fluorit                       CaF2                                     21                      
           5                             Apatit              Ca5(PO4)3(OH,Cl,F)                 48                     
           6                  Feldspar Ortoklas              KAlSi3O8                              72                     
           7                              Kuarsa                      SiO2                                   100                    
           8                              Topaz                Al2SiO4(OH,F)2                     200                     
           9                          Korundum                    Al2O3                                400                      

          10                     Intan/Diamond                    C                                  1600                     
Altrasi
      Alterasi berasal dari kata alter yang lebih mudah diterjemahkan sebagai “ubah”, jadi, suatu mineral dikatakan sebagai mineral alterasi jika mineral tersebut sudah berubah dari mineral aslinya. Perubahan ini terjadi karena perubahan komposisi kimia dari mineral tersebut. Setiap mineral tersusun atas satu atau beberapa unsur yang berikatan. Ada ikatan yang sangat kuat, tetapi ada juga ikatan yang sangat lemah. 

    Jika dibawa ke contoh ngawur; si A berpacaran dengan si B (ikatan AB), kedua2nya adalah pasangan yang sangat akur, dan saling setia (ikatan kuat), meskipun datang si C, si A dan si B tidak akan putus, karena ikatannya kuat (maka akan tetap menjadi ikatan AB). Berbeda dengan pasangan si D dan si E (ikatan DE)yang tidak akur dan tidak saling setia (ikatan lemah), ketika datang si C, si D cenderung akan selingkuh dengan si C, sehingga terbentuk ikatan baru yaitu CD. Artinya dihasilkan sesuatu yang baru.

     Jika dibawa lagi ke mineral, perubahan komposisi kimia mineral inilah yang menghasilkan perubahan mineral  (mineral alterasi).
Mari kita bawa ke contoh nyata pada endapan skarn. Pada endapan skarn mineral alterasi yang terbentuk adalah calc silicate minerals. Mineral ini terbentuk karena adanya reaksi antara Ca pada batu gamping (CaCo3) dengan larutan hidrothermal yang kaya silikat. Ca dan Co3 akhirnya berpisah dan si Ca bereaksi dengan silikat

Definisi proses Alterasi adalah proses yang mengakibatkan terjadinya suatu mineral baru pada tubuh batuan yang merupakan hasil ubahan dari mineral – mineral yang telah ada sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya reaksi antara batuan dengan larutan magma, yang dimaksud dengan larutan magma adalah larutan hidrotermal ataupun akibat kontak  dengan atmosfer.         
  

 Reaksi – reaksi yang berperan penting didalam proses alterasi (reaksi kimia antara batuan dengan fluida) adalah :
  1. Hidrolisis : Proses pembentukan mineral baru akibat terjadinya reaksi kimia antara mineral tertentu dengan ion H+, contohnya :
3 KalSiO3O8 + H2O(aq)                Kal3Si3O10 (OH)2  –  6SioO2 – 2K
                    K - Feldspar                               Muscovite (Sericite)  Kuarsa
3 NaAlSi3O8 + 2H+(aq)                NaAl3Si3O10(OH)2 – 6SiO2 – 2N-(aq)

b. Hidrasi : Proses pembenmtukan mineral baru dengan adanya penambahan molekul H2O.    Dehidrasi adalah sebaliknya.
           Reaksi Hidrasi :
            - 2 Mg2SiO4 + 2H2O + 2 H+                Mg3Si2O5(OH)4 + Mg2+
                 Olivine                                                Serpentinite
            - Fe2O3 + 3 H2O                   2 Fe (OH)3

            Reaksi dehidrasi :
            Al2Si2O5(OH)4   +    2 SiO2                       Al2Si4O10 (OH)4 + Mg2+
            Kaolinit                    Kuarsa                      Pyrophilite

c. Metasomatisme alkali – alkali tanah
               Contoh:
2CaCO3 + Mg2+                     CaMg (CO3)2 + Ca2+
               Calcite                                     Dolomite
KalSi3O8 + Mg2+ + 10H2O                 Mg (AlSi3)O10(OH)8 – K+ + 12H-
               K – Felspar                                          Klorite       
KalSi3O8 + Na+                    NaALSi3O8 + K-
               K- Feldspar                           Albite

d.  Dekarbonisasi reaksi kimia yang menghasilkan silika dan oksida, contoh :
     CaMg(CO3)2 + 2 SiO2                   (CaMg)SiO2  +  2 CO2
      Dolomite          Kuarsa                  Dioside
MgCO3                  MgO    -      CO2

       e. Silisifikasi adalah proses penambahan atau produksi kuarsa polimorfnya,   contohnya:
2 CaCO3  +  SiO2   -  4 H-                2Ca2-  +  2 CO2 + SiO2 – 2 H2O    
               Calcite                                                   Kuarsa
Mg SiO3 + CO2                             SiO2    +     Mg CO3

             f. Silisikasi : adalah proses konversi atau penggantian mineral silikat, contohnya:
CaCO3      +     SiO2                          CaSiO3  + CO2
Calcite            Kuarsa                        Wollastonite
             g.  Reaksi – Oksidasi, contohnya:

4 Fe3O4     +       O2                6 Fe2O3

2KFe3AlSi3O10 (OH)2 + O2                      2KAlSi3O8    +   2Fe3O4 + 2H2O

               h. Sulfida, fluorisasi
                  Contonya :
2 KFe3AlSiO10 (OH)2 + 6 S2                  2 KAlSi2O8 + 6 FeS2 + 2H2O – 3 O2


Jenis-jenis Altrasi
Alterasi Skarn
Alterasi ini terbentuknya akibat adanya kontak antara batuan sumber dengan batuan karbonat, zona ini sangat dipengaruhi oleh komposisi batuan yang kaya akan kandungan mineral karbonat. Pada kondisi yang kurang akan air, zona ini dicirikan oleh pembentukan mineral garnet, klinopiroksin dan wallasoniteserta mineral magnetit dalam jumlah yang cukup besar, sedangkan pada kondisi yang kaya akan air, zona ini dicirikan oleh kehadiran mineral klorite, tremolit, aktinolit, dan kalsit dari larutan hidrotermal.
Proses pembentukan skarn akibat urutan kejadian – metasomatisme – retrogradasi:
-          Isokimia : Meruipakan transfer panas antara larutan magma dengan batuan samping. Proses ini H2O dilepas dari intrusi dan CO2 dari batuan samping yang karbonat. Proses ini sangat dipengaruhi oleh temperature, komposisi dan tekstur hots rocksnya
-          Metasomatisme : Pada tahap ini terjadi eksolusi larutan magma ke batuan samping yang karbonat sehingga terbentuk kristalisasi pada bukaan – bukaan yang dilewati larutan – larutan magma.
-          Retrogradasi : merupakan yahap dimana larutan magma sisa telah menyebar pada batuaa samping dan mencapai zona kontak dengan water table sehingga air tahan turun bercampur dengan larutan.


Altrasi Hydothermal
       Alterasi hidrotermal merupakan proses yang kompleks, karena meliputi perubahan secara mineralogi, kimia dan tekstur yang dihasilkan dari interaksi larutan hidrotermal dengan batuan yang dilaluinya pada kondisi fisika – kimia tertentu (Pirajno, 1992). Beberapa faktor yang berpengaruh pada proses alterasi hidrotermal adalah temperatur, kimia, fluida, konsentrasi dan komposisi batuan samping, durasi aktifitas hidrotermal dan permeabilitas. Namun faktor kimia dan temperatur fluida merupakan faktor yang paling berpengaruh (Browne, 1994 dalam Corbett dan Leach, 1995)
        Proses hidrotermal pada kondisi tertentu akan menghasilkan kumpulan mineral tertentu yang dikenal sebagai himpunan mineral atau mineral assemblage (Guilbert dan Park, 1986. Secara umum kehadiran himpunan mineral tertentu dalam suatu ubahan  batuan akan mencerminkan tipe alterasi tertentu.

Propylitic: (Chlorite, Epidote, Actinolite)
Alterasi Propylitic mengubah batuan menjadi hijau, karena mineral baru terbentuk berwarna hijau.  Mineral tersebut adalah chlorite, actinolite and epidote.  Mineral tersebut terbentuk dari dekomposisi Fe-Mg seperti biotite, amphibole or pyroxene, walaupun bisa tergantikan oleh feldspar.  Alterasi Propylitic relatif terjadi pada low temperatures.

Sericitic: (Sericite)
Alterasi Sericitic mengubah batuan menjadi mineral sericite, merupakan mika putih yang sangat halus.  Alterasi ini terbentuk oleh dekomposisi feldspars, sehingga menggantikan feldspar. Di lapangan, kehadirannya pada batuan dapat dideteksi oleh kelembutan batu, seperti yang mudah digores. Terasa berminyak ketika mineral ini banyak, dan warna putih, kekuningan, coklat keemasan atau kehijauan.  Alterasi Sericitic menunjukkan kondisi low pH (acidic).
Perubahan terdiri dari kuarsa + sericite disebut “phyllic” alterasi. Alterasi ini terkait deposit phophyry tembaga yang mungkin berisi cukup halus, pyrite yang disebarkan secara langsung terkait dengan peristiwa perubahan.

Potassic: (Biotite, K-feldspar, Adularia)
Alterasi Potassic relatif terjadi pada high temperature yang merupakan hasil pengayaan Potassium.  Bentuk alterasi ini bisa terbentuk sebelum kristalisasi magma selesai, biasanya berbentuk kusutan dan agak terputus-putus oleh pola vein. Alterasi Potassic bisa terjadi lingkungan plutonic dalam, dimana orthoclase akan terbentuk, atau daerah dangkal, lingkungan vulkanik dimana adularia terbentuk.

Albitic: (Albite)
Perubahan Albitic membentuk albite atau sodic plagioclase. Hal ini mengindikasikan  keberadaan pengayaan Na.  Tipe alterasi ini juga terjadi pada high temperature. Kadang-kadang white mica paragonite (Na-rich) bisa terbentuk juga.

Silicification (Silikifikasi): (Quartz)
Silicification merupakan proses penambahan silica (SiO2) sekunder.  Silicification salah satu tipe alterasi yang paling umum terjadi dan dijumpai dalam bentuk yang berbeda-beda. Salah satu bentuk yang paling sering dijumpai adalah “silica flooding”, merupakan hasil pergantian batuan dengan microcrystalline quartz (chalcedony).  Porositas besar dari batuan akan memfasilitasi proses ini. Selain itu bentuk dari silicfication adalah pembentukan rekahan dekat spasi dalam jaringan atau stockworks yang berisi quartz.  Silica flooding dan atau stockworks kadang-kadang hadir dalam wallrock sepanjang batas quartz vein (urat kuarsa). Silicification dapat terjadi melalui berbagai temperature.

Silication(Silicate Minerals +/- Quartz)
Silication terminolig umum untuk penambahan silica dengan bentuk berbagai mineral silika. Hal ini berasosiasi dengan kuarsa. Seperti pembentukan biotite atau garnet atau tourmaline. Silication bisa terjadi pada daerah berbagai temperatur. Contoh klasik pergantian limestone (calcium carbonate) dengan mineral silicate berbentuk sebuah “skarn”, yang biasanya terjadi pada kontak intrusi batuan beku. Sebuah subset khusus dari silication dikenal “greisenization”.  Bentuk dari tipe batuan ini disebut  “greisen”, yang mana batuan terdiri dari parallel veins dari quartz + muscovite + mineral lain (seringnya tourmaline).  Parallel veins merupakan bentuk pada zona atap dari sebuah plutonik. Dengan veining yang intensif (banyak), beberapa wallrocks bisa tergantikan sepenuhnya oleh mineral baru yang sama dengan pada sebuah vein.

Carbonatization (Karbonatisasi)(Carbonate Minerals)
Carbonitization terminologi umum untuk penambahan beberapa mineral karbonat. Umumnya calcite, ankerite, and dolomite. Carbonatization biasanya juga berasosiasi dengan penambahan mineral lain seperti talc, chlorite, sericite dan albite. Alterasi Carbonate bisa berbentuk pola zonal sekeliling deposit ore dengan kaya besi.

Alunitic(Alunite)
Alterasi Alunitic terkait erat dengan lingkungan sumber mata air panas.  Alunite merupakan sebuah mineral potassium aluminum sulfate yang cederung membentuk ledges di beberapa daerah. Kehadiran alunite mendukung berisi gas SO4 yang banyak, hal ini terjadi karena oksidasi mineral sulfida.

Argillic(Clay Minerals)
Alterasi Argillic memperkenalkan beberapa variasi dari mineral lempung seperti kaolinite, smectite and illite. Alterasi Argillic umumnya pada low temperature dan sebagian mungkin terajadi pada kondisi atmospheric. Tanda-tanda awal alterasi argillic adalah bleaching out (pemutihan) feldspar.
Subkategory spesial dari alterasi argillic adalah “advanced argillic”.  Kategori ini terdiri dari kaolinite + quartz + hematite + limonite.  feldspars tercuci and teralterasi menjadi sericite.  Keberadaan alterasi ini menunjukkan kondisi low pH (highly acidic). Pada higher temperatures, mineral pyrophyllite (white mica) terbentuk pada dalam kaolinite.

Zeolitic(Zeolite Minerals)
Alterasi Zeolitic sering berasosiasi dengan lingkungan vulkanik tetapi bisa terjadi  pada jarak yang jauh dari lingkungan ini. Pada lingkunagan vulkanik, mineral zeolite menggantikan matriks glass (kaca). Mineral Zeolite merupakan mineral low temperature, jadi mineral ini terbentuk selama tahap redanya aktifitas vulkanik pada daerah dekat permukaan.

Serpentinization and Talc Alteration(Serpentine, Talc)
Serpentinization membentuk serpentine, yang softness, waxy, kehijauan, dan massive. Tipe alterasi ini hanya ditemukan ketika batuan asal adalah batuan mafic atau ultramafic.  Tipe batuan ini relatif memiliki kandungan besi dan magnesium yang banyak.  Serpentine merupakan mineral low temperature.  Talc hampir sama dengan mineral serpentine, tetapi penampakanya berbeda sedikit (pale to white).  Alterasi Talc mengindikasi sebuah magnesium konsentrasi magnesium yang tinggi selama proses crystallization terjadi.

Oxidation: (Oxide Minerals)
Oxidation merupakan pembentukan semua mineral oksidal.  Yang paling umum dijumpai adalah hematite and limonite (oksida besi), tetapi banyak jenis bisa terbentuk, tergantung kandungan metal di dalamnya.  Sulfida mineral sering terlapukkan dengan mudah karena rentan dengan oksidasi dan digantikan oleh oksida besi.  Oksida terbentuk dengan mudah pada permukaan atau dekat permukaan diman oksigen pada atmosfer lebih mudah tersedia. Temperature oksidasi bervarisi.  Ini bisa terjadi pada permukaan atau kondisi atmosferik atau bisa terjadi pada low to moderate temperature dari fluidanya.


Jaw Crusher
I. Pendahuluan
       Jaw Crusher merupakan suatu mesin atau alat yang banyak digunakan dalam industri dibidang pertambangan, bahan bangunan, kimia, metalurgi dan sebagainya. Sangat cocok untuk penghancuran primer dan sekunder dari semua jenis mineral dan batuan dengan kekuatan tekan sekitar 320 MPa, seperti bijih besi, bijih tembaga, bijih emas, bijih mangan, batu kali, kerikil, granit, basalt, kuarsa, diabas , dan bahan galian lainnya.
       Jaw Crusher sendiri merupakan alat yang digunakan dalam proses crushing. Sedangkan Crushing merupakan proses yang bertujuan untuk meliberasi mineral yang diinginkan dari mineral pengotornya. Jaw Crusher banyak digunakan dalam pengerjaan kontruksi misalnya dalam pengerjaan jalan pembuatran beton, gedung, bendungan terutama rock fill dan filternya dan pengerjaan lainnya. Kadang kadang diperlukan syarat khusus untuk gradasi butiran pengisinya. Gradasi butiran-butiran tersebut sulit didapat dari alam tanpa pengerjaan apalagi secara besar-besaran.
Berikut ini adalah bagian-bagian dari alat Jaw Crusher beserta keterangan dan penjelasannya:
1. Fixed Jaw Plate adalah bagian yang tidak bergerak berfungsi untuk menahan pada saat bagian yang lain bergerak menekan batuan.
2. Guard Sheet adalah dinding yang bergerak dan bersifat kasar yang digunakan untuk menumbuk dan menghancurkan bahan.
3. Kinetic jaw plate adalah bagian yang bergerak dan fungsinya untuk memberikan tekanan pada batuan.
4. Active jaw adalah bagian yang membuat kinetic jaw dapat bergerak. 5. Toggle Plate adalah seperti baut pecah, digunakan mengerakkan alat penghancur.
6. Adjust Seat adalah bagian yang digunakan untuk mengatur naik turunnya dinding penghancur.
7. Adjustable wedge adalah bagian penyesuai gerakan pada saat alat bekerja.
8. Spring adalah digunakan untuk menggerakkan toggle plate.
9. Fly wheel adalah roda yang berputar pada saat bekerja.
10. Frame adalah bagian pelindung luar atau penutup.
11. Eccentric shaft adalah poros yang berputar dan menyebabkan alat bergerak.
12. Bearing adalah bagian yang berfungsi sebagai bantalan bagi eccentric shaft.
13. Belt pulley wheel adalah sabuk yang menggerakkan roda dan di hubungkan ke motor penggerak.
   Tipe Jaw Crusher
Berdasarkan porosnya jaw crusher terbagi dalam dua macam :
a. Blake Jaw Crusher, dengan poros di atas
b. Dodge Jaw Crusher, dengan poros di bawah

       Pada system dodge, jaw crusher tersebut sering mengalami penyumbatan di karena pada Dodge Jaw porosnya di bawah sehingga gaya yang terbesar mengenai partikel yang terbesar sehingga gaya mekanis dari Dodge Jaw lebih besar dibandingkan dengan Blake Jaw. Sehingga partikel yang kecil masih belum selesai terproses, sudah dimasukkan partikel yang besar, sehingga jaw crusher tersebut mengalami penyumbatan.

   Cara Kerja Jaw Crusher
     Cara kerja jaw crusher secara umum; bahan galian di masukkan melalui rahang kemudian bahan galian tersebut akan di tekan oleh dinding-dinding Fixed Jaw Plate dan Kinetic jaw plate. Kemudian kinetic jaw plate akan bergerak yang digerakkan oleh fly wheel. Kemudian dinding-dinding tersebut bergerak maju mundur dengan di atur oleh Toggle Plate sehingga bahan galian akan tertumbuk oleh dinding-dinding tersebut sehinnga bahan galian akan pecah dan berubah ukuran menjadi lebih kecil dari sebelumnya.
a.  Jaw crusher system blake (titik engsel di atas)
Banyak dipakai oleh pabrik-pabrik dengan kapasitas produksi 7 ton/jam.
Cara kerjanya: Suatu eksentrik menggerakkan batang yang dihubungkan dengan dua toggle., togel yang satu dipakukan pada kerangka dan satu lagi ke rahang ayun. Titik pivat terletak pada bagian atas rahang gerak atau diatas kedua rahang pada garis tengah bukaan rahang. Pada system ini, umpan dimasukkan kedalam rahang berbentuk V yang terbuka keatas. Muka rahang ini mempunyai alur dangkal yang horizontal. Umpan besar yang terjepit antara bagian atas rahang dipecah dan jatuh keruang bawahnya yang lebih sempit dan dipecah. Pada mesin ini baut pecah yang berfungsi sebagai penahan apabila terdapat material solid dengan ukuran yang lebih besar dank eras maka dia akan pecah dengan sendirinya tetapi tidak akan merusak keseluruhan dari pada alat jaw crusher.
b.  Jaw crusher system dodge (titik engsel di bawah)
Banyak dipakai di pabrik dengan kapasitas produknya ¼ ton / jam – 1 ton / jam.
Cara Kerjanya: Dodge jaw crusher sama seperti pada cara kerja blake jaw crusher. Pada system ini, titik engsel berada dibawah sedangkan bagian atas bergerak maju mundur. Hambatan yang dialami kemungkinan lapisan rahang mengalami kerusakan selama proses berlangsung. Supaya rahang tidak cepat vrusak , maka biasanya dilapisi dengan bahan yang tahan tekanan dan getaran. Misalnya manganese stell.
   Apikasi Jaw Crusher
       Jaw Crusher jenis ini banyak digunakan dalam industri mineral pertambangan. Aktifitas seperti peleburan bahan berupa biji tembaga, pasir silica,  kokas, beton, argonit, biji seng, biji perak, timah, biji emas, ball clay, aspal, arsenic, marmer, bebatuan kapur, kerikil, kaolin dan masih banyak lagi lainnya, sangat baik diolah dengan jaw crusher. Mesin jenis ini telah lama dikenal bekerja baik pada pengolahan primer dan baik untuk instalasi. Kekuatan jaw crusher bisa mencapai antara 4 sampai 6 rasio dalam menghancurkan target. Jaw crusher banyak juga digunakan dalam industri kimia pertambangan, konstruksi jalan, bangunan kereta api, bidang kemahiran dan masih banyak lagi lainnya.
   Fungsi Jaw Crusher
      Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Selain memisahkan batuan hasil pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen. Crusher terdiri dari beberapa bagian yaitu crusher primer, crusher sekunder, crusher tersier. Setelah batuan diledakan, batuan dimasukan kedalam crusher primer. Hasil dari crusher primer dimasukan kedalam sekunder untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

3 stage yang dilalui adalah :
1.            Coarse size reduction ( reduksi ukuran kasar ) : umpan 2-96 in
2.            Intermediate size reduction (reduksi ukuran intermedium) : umpan 1-3 in
3.            Fine size reduction ( reduksi ukuran halus) : umpan 0.25-0.5 in

   Keuntungan dan Kelemahan Jaw Crusher
       Jaw crusher mempunyai keunggulan struktur sederhana, kinerja stabil, perawatan mudah, menghasilkan partikel akhir dan rasio penghancuran tinggi. Jadi jaw crusher merupakan salah satu mesin penghancuran paling penting dalam lini produksi penghancuran batu. Secara umum mesin Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau mengubah bentuk bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut.
  Keuntungan lain Jaw Crusher ini antara lain :
1.            struktur sangat sederhana sehingg perawatannya mudah
2.            kapasitas yang fleksibel
3.            Proteksi dari over load
4.           Efisiensi tinggi dan biaya operasi yang rendah
5.            Hasil akhir partikel dan rasio hancur yang baik
  Kelemahan Jaw Crusher
       Perputaran Eccentric pada Drive shaft menyebabkan turun naiknya pitman dan dengan bantuan Toggle mengakibatkan bertambah dan berkurang jarak antara Swing jawdengan Fixed jaw. Swing jaw ditekan oleh Toggle dan dipegang (ditahan) oleh Tensionrod dan Spring . Karena beban yang tidak selalu dipakai pada Jaw crusher, yaitu hanya pada saat Swing jaw mendekat kepada Fixed jaw dimana terjadi tekanan terhadap batuan, maka perlu diadakan imbangan beban dengan jalan menambahkan beban Flywheel



II. RANCANGAN
   Kapasitas Jaw Crusher
Kapasitas desain merupakan kemampuan produksi yang seharusnya dicapai oleh mesin peremuk tersebut, sedang kapasitas nyata merupakan kemampuan produksi mesin peremuk sesungguhnya yang didasarkan pada sistem produksi yang diterapkan.
Kapasitas Jaw Crusher Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan energi untuk Jaw Crusher:
1. Ukuran feed
2. Ukuran produk
3. Kapasitas mesin
4. Sifat batuan
5. Persen waktu yang tidak terpakai Kapasitas mesin peremuk jaw crusher dibedakan menjadi kapasitas desain dan kapasitas nyata.
   Kriteria Jaw Chruser
       Penempatan kriteria batu crusher samac mining, penempatan kriteria batu crushertermasuk benang level atas pondasi selang waterpass . batu stone crusherpada saat proses produksi agregat daur ulang . kriteria pemilihan crusher peralatan pabrik, uripsantoso.files.wordpress . adapun kriteria kegiatan pembangunan infrastruktur jalan danpengoperasian base camp barak pekerja, kantor, stone* crusher . pemilihan kriteria crusher palu di pabrik semen, pemilihan kriteria crusher palu di pabrik semen peralatan indonesia.laporan kunjungan pabrik semen stone crusher mesin, mills industri di.
  
   Karakteristik Jaw Crusher
       Karakteristik Dari Jaw Crusher
1. Penggunaan material berteknologi tinggi dan mengadopsi keterampilan kelas dunia dalam pembuatannya.
2. Perakitan lebih lanjut pada rahang (Jaw) yang dapat bergerak membuatnya lebih tahan lama. Perakitan rahang (Jaw) yang dapat bergerak mengadopsi pelapisan baja berkualitas tinggi, dan bergerak melalui dua roda besi berukuran besar. Selain itu, poros berat eksentrik juga mengadopsi forging bilet untuk diproses.
3. Struktur pelapisan baja terintegrasi pada poros roda Adanya struktur pelapisan baja pada poros roda ini dapat memberikan jaminan sempurna ketika melakukan kontak dengan crushing frame. Sementara itu, dapat meningkatkan intensitas bantalan poros roda (axle bearing).
          
   Teori Perhitungan
       Teori Perhitungan Jaw Crusher Kapasitas Jaw crusher secara empiris dapat dinyatakan dalam rumus : T = 0,6 x L x S Dimana : T = Kapasitas Jaw Crusher L = Panjang dari Receiving opening (in) S = lebar dari discharge opening (in) Rumus tersebuat adalah untuk perhitungan kasar dari kapasitas Jaw crusher, karena hanya tergantung pada discharge (pengeluaran) pada saat open setting.



III. KESIMPULAN
       Jaw Crusher merupakan suatu mesin atau alat yang banyak digunakan dalam industri dibidang pertambangan, bahan bangunan, kimia, metalurgi dan sebagainya. Sangat cocok untuk penghancuran primer dan sekunder dari semua jenis mineral dan batuan dengan kekuatan tekan sekitar 320 MPa, seperti bijih besi, bijih tembaga, bijih emas, bijih mangan, batu kali, kerikil, granit, basalt, kuarsa, diabas , dan bahan galian lainnya.
       Jaw crusher mempunyai keunggulan struktur sederhana, kinerja stabil, perawatan mudah, menghasilkan partikel akhir dan rasio penghancuran tinggi. Jadi jaw crusher merupakan salah satu mesin penghancuran paling penting dalam lini produksi penghancuran batu. Secara umum mesin Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau mengubah bentuk bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut.
       Perputaran Eccentric pada Drive shaft menyebabkan turun naiknya pitman dan dengan bantuan Toggle mengakibatkan bertambah dan berkurang jarak antara Swing jawdengan Fixed jaw. Swing jaw ditekan oleh Toggle dan dipegang (ditahan) oleh Tensionrod dan Spring . Karena beban yang tidak selalu dipakai pada Jaw crusher, yaitu hanya pada saat Swing jaw mendekat kepada Fixed jaw dimana terjadi tekanan terhadap batuan, maka perlu diadakan imbangan beban dengan jalan menambahkan beban Flywheel