Rabu, 06 April 2016

Laporan Lab PBG: ROD Mill, Tambang `13 ITM


Laporan Modul II, ROD Mill
Mangihut Hasudungan S. (13306073) / IX / Selasa, 12-Mei-2015
Abstrak
Demi memenuhi kebutuhan ukuran butir yang dibutuhkan di perindustrian, maka dilakukanlah percobaan Rod Mill. Tujuan dari praktikum Rod Mill adalah agar praktikan dapat mengetahui mekanisme penggerusan dengan menggunakan alat penggerus batang. Dimana pada percobaan Rod Mill penggerusan menggunakan batang besi berbentuk silinder yang berjumlah 11 sebagai alat penggerusnya. Dimana sampel yang digunakan adalah sampel batu gamping yang telah diolah dengan menggunakan Hammer Mill. Kemudian hasil dari percobaan Hammer Mill yang mesh 10 itulah yang digunakan sebagai sampel untuk diolah untuk praktikum Rod Mill. Kemudian didapatkan hasil untuk mencari P80 yang kemudian digunakan untuk mencari RR80. Dimana pada percobaan Rod Mill didapatkan hasil RR80-nya yaitu 0,89; 0,92 dan 0,65
 



A. TinjauanPustaka
Pemisahan mineral berharga dari mineral pengganggunya dapat dilakukan dengan cara penggerusan (grinding). Penggerusan merupakan tahap akhir dari kominusi. Tahapan penggerusan material hasil penambangan dibagi atas :
Ø  Crushing
Ø  Grinding
Grinding (penggerusan) merupakan tahap selanjutnya setelah crushing yang bertujuan untuk mendapatkan ukuran yang lebih halus lagi. Berdasarkan materialnya penggerusan meterial dibagi atass :
Ø  Proses basah
Ø  Proses kering

Pengklasifikasian alat grinding :
1.       Tubling mill, mis : hammer mill, rod mill, ball mill.
2.       Vibrating mill, mis : peable mill, autogenous mill.
3.       Dry pulveizer, mis : impact mill, pan mill, roller mill, ball bearing pulveizer.
4.       The hunting ton mill.
5.       Chilean mill.
6.       Butir mill.

Penggerusan dengan rod mill diterapkan dengan cara penggerusan basah dan kering, rod mill digunakan pada prymary grinding sebelum dilanjutkan dengan ball mill. Disamping itu rod mill digunakan untuk preparasi bijih untuk proses gravity konsentrasi dengan produk mempunyai ukuran 4-100 mesh, dapat juga digunakan untuk umpan pembuatan klinker semen.
Media gerus berupa batang silender masif yang panjangnya hampir sama dengan panjang mill, disusun sejajar dalam mill, rod mill diklasifikasikan menurut cara mengeluarkan produknya.




Text Box:   







 
                     Gambar 2.1. Gambar rod mill
Klasifikasi rod mill
Rod mill diklasifikasikan berdasarkan pengumpanan dan pengeluaran produknya.
1.       Overflow mill, paling banyak dipakai pada penggerusan basah. Media gerus batang silindris yang dipakai berdiameter antara 150 mm dan 25 rnm. Bila ingin menghaasilkan produk berukuran kasar gunakan rod besar dan bila berukuran halus menggunakan rod kecil. Selama penggerusan ukuran rod akan makin mengecil karena ikut terkikis. Rod harus dikeluarkan dari operasi bila ukurannya telah mencapai 25 mm, dan diganti dengan yang berukuran besar. Kapastitas alat sangat kecil namun efektif  untuk menghasilkan produk agak kasar dengan umpan (15-30 mm ) menghasilkan produk dengan ukuran 0,5-1 mm.
image 7




                Gambar 2.2. Penampang over flow mill

2.       Center peripheral discharge mill, umpan dimasukkan pada kedua ujung mill dan produk keluar dari bagian tengah shell. Penggerusan dapat dengan cara basah ataupun kering dan produk geresun relatif kasar, End peripheral discharge mill, umpan masuk pada salah satu ujung mill dan produk keluar pada ujung yang lain melalui shell. Mill ini umum digunakan pada penggerusan cara kering.
image 8
 




       Gambar 2.3. Center peripheral discharge mill
image 9                                                                         


       
          Gambar 2.4. End peripheral discharge mill
Bagian-bagian penting dari mill
1.       Shell, Plat baja yang membentuk bagran silender dari mill, dirancang untuk mampu menahan impact dan beban berat
2.       Pelapis (liner), diletakan pada shell bagian dalam dan harus mampu menahan impact dan beban berat, tahan kikisan , pelapis terbuat  bergelombang dalun berbagai bentuk yang fungsinya menciptakan garakan-gerakan yang baik dari media penggerus. Pelapis terbuat dari baja tahan impact atau dari karet keras
Text Box:
 





               Gambar 2.5. Plate Liner pada Mill
3.       Pengumpan (mill feeder), Spout feeder, umpan masuk dengan gravity melalui corong terbuat dari pipa langsung kedalarn mill. Drum feeder , umpan dimasulftan kedalam drum melalui corong dan selanjuftrya bergerak dengan sendirinya ke dalam mill.

B. Data Percobaan
Data percobaan yang diambil dari praktikum ialah dengan menggunakan alat Rod Mill dengan menggunakan 11 batang silinder pada 1500gr sampel ayakan mesh 10 yang dibagi 3 dengan durasi selama 1 menit, 2,5 menit, dan 5 menit dan kemudian diayak dengan durasi waktu 300 detik. Maka diperoleh data percobaan sebagai berikut :
Tabel 2.1 Data percobaan Rod Mill percobaan I
Ukuran
Kumulatif
Kumulatif
Ayakan (mm)
(gram)
(gram)
2
46,1
482,3
0,85
190,3
338,1
0,425
308,3
220,1
0,25
363,6
164,8
0,18
400,5
127,9
0,125
427,1
101,3
0,106
458,0
70,4
0,088
473,3
55,1
0,075
483,3
45,1
<0,075
528,4
0,0

Tabel 2.2 Data percobaan Rod Mill percobaan II
Ukuran
Kumulatif
Kumulatif
Ayakan (mm)
(gram)
(gram)
2
4,1
517,9
0,85
26,6
495,4
0,425
133,6
388,4
0,25
233,9
288,1
0,18
334,6
187,4
0,125
415,2
106,8
0,106
464,6
57,4
0,088
478,6
43,4
0,075
489,3
32,7
<0,075
522,0
0,0

Tabel 2.3 Data percobaan Rod Mill percobaan III
Ukuran
Kumulatif
Kumulatif
Ayakan (mm)
(gram)
(gram)
2
0,0
500,9
0,85
0,0
500,9
0,425
0,0
500,9
0,25
7,8
493,1
0,18
96,0
404,9
0,125
299,3
201,6
0,106
420,7
80,2
0,088
467,7
33,2
0,075
481,5
19,4
<0,075
500,9
0,0





C. Pengolahan Data Percobaan
Tabel 2.4 Data Pengolahan Percobaan I


Ayakan
Berat Produk
% Berat
Tertampung
Lolos
Fraksi
Milimeter
Ukuran
Kumulatif
% Tertampung
Kumulatif
% Lolos
(mesh)
Ayakan (mm)
(gram)
Produk
(gram)
Kumulatif
(gram)
Kumulatif
+10
2,000
2
46,1
8,72
46,1
8,72
482,3
91,28
-10+20
-2,000+0,850
0,85
144,2
27,29
190,3
36,01
338,1
63,99
-20+40
-0,850+0,425
0,425
118
22,33
308,3
58,35
220,1
41,65
-40+60
-0,425+0,250
0,25
55,3
10,47
363,6
68,81
164,8
31,19
-60+80
-0,250+0,180
0,18
36,9
6,98
400,5
75,79
127,9
24,21
-80+100
-0,180+0,125
0,125
26,6
5,03
427,1
80,83
101,3
19,17
-100+120
-0,125+0,106
0,106
30,9
5,85
458,0
86,68
70,4
13,32
-120+140
-0,106+0,088
0,088
15,3
2,90
473,3
89,57
55,1
10,43
-140+200
-0,088+0,075
0,075
10
1,89
483,3
91,46
45,1
8,54
<200
<0,075
<0,075
45,1
8,54
528,4
100,00
0,0
0,00



528,4









Grafik 2.1 Perbandingan % Kumulatif dengan Ukuran Ayakan











Tabel 2.5 Data Pengolahan Percobaan II
Ayakan
Berat Produk
% Berat
Tertampung
Lolos
Fraksi
Milimeter
Ukuran
Kumulatif
% Tertampung
Kumulatif
% Lolos
(mesh)
Ayakan (mm)
(gram)
Produk
(gram)
Kumulatif
(gram)
Kumulatif
+10
2,000
2
4,1
0,79
4,1
0,79
517,9
99,21
-10+20
-2,000+0,850
0,85
22,5
4,31
26,6
5,10
495,4
94,90
-20+40
-0,850+0,425
0,425
107
20,50
133,6
25,59
388,4
74,41
-40+60
-0,425+0,250
0,25
100,3
19,21
233,9
44,81
288,1
55,19
-60+80
-0,250+0,180
0,18
100,7
19,29
334,6
64,10
187,4
35,90
-80+100
-0,180+0,125
0,125
80,6
15,44
415,2
79,54
106,8
20,46
-100+120
-0,125+0,106
0,106
49,4
9,46
464,6
89,00
57,4
11,00
-120+140
-0,106+0,088
0,088
14
2,68
478,6
91,69
43,4
8,31
-140+200
-0,088+0,075
0,075
10,7
2,05
489,3
93,74
32,7
6,26
<200
<0,075
<0,075
32,7
6,26
522,0
100,00
0,0
0,00



522
100,00









Grafik 2.2 Perbandingan % Kumulatif dengan Ukuran Ayakan










Tabel 2.6 Data Pengolahan Percobaan III


Ayakan
Berat Produk
% Berat
Tertampung
Lolos
Fraksi
Milimeter
Ukuran
Kumulatif
% Tertampung
Kumulatif
% Lolos
(mesh)
Ayakan (mm)
(gram)
Produk
(gram)
Kumulatif
(gram)
Kumulatif
+10
2,000
2
0
0,00
0,0
0,00
500,9
100,00
-10+20
-2,000+0,850
0,85
0
0,00
0,0
0,00
500,9
100,00
-20+40
-0,850+0,425
0,425
0
0,00
0,0
0,00
500,9
100,00
-40+60
-0,425+0,250
0,25
7,8
1,56
7,8
1,56
493,1
98,44
-60+80
-0,250+0,180
0,18
88,2
17,61
96,0
19,17
404,9
80,83
-80+100
-0,180+0,125
0,125
203,3
40,59
299,3
59,75
201,6
40,25
-100+120
-0,125+0,106
0,106
121,4
24,24
420,7
83,99
80,2
16,01
-120+140
-0,106+0,088
0,088
47
9,38
467,7
93,37
33,2
6,63
-140+200
-0,088+0,075
0,075
13,8
2,76
481,5
96,13
19,4
3,87
<200
<0,075
<0,075
19,4
3,87
500,9
100,00
0,0
0,00



500,9
100,00









Grafik 2.3 Perbandingan % Kumulatif dengan Ukuran Ayakan





D. Analisa Hasil Percobaan
Sampel yang diuji ialah sampel batugamping seberat 1500gr ayakan mesh 10 yang di chusher/hancurkan dengan alat Rod Mill dibagi 3 dengan durasi selama 1 menit, 2,5 menit, dan 5 menit dan kemudian diayak dengan durasi waktu 300 detik Setelah sampel hancur kemudian sampel di ayak dengan ukuran mesh tertentu, agar dapat diketahui ukuran partikel dari tiap sampel dan  % lolos kumulatifnya.
Dari data grafik tiap percobaan tersebut diperolehlah 80% kumulatifnya, maka F80-nya ialah 2mm dan dari data produk tersebut kemudian dapat dicari antara perbandingan % lolos kumulatif dengan ukuran fraksi maka diperolehlah P80. Dari data tersebut maka diperolehlah RR80-nya


Percobaan I dengan waktu 1 menit
y = 42,19x + 14,53
80 = 42,19x + 14,53
42,19x = 80 + 14,53
x = 94,53/42,19
x = 2,24
(RR80) = 2/2,24 = 0,89



Percobaan II dengan waktu 2,5 menit
y = 47,66x + 23,36
80 = 47,66x + 23,36
47,66x = 80 + 23,36
x = 103,36/47,66
x = 2,16
(RR80) = 2/2,16 = 0,92

Percobaan III dengan waktu 5 menit
y = 39,59x + 42,63
80 = 39,59x + 42,63
39,59x = 80 + 42,63
x = 122,63/39,59
x = 3,09
(RR80) = 2/3,09 = 0,65

F. Kesimpulan
Kesimpulannya adalah bahwa dengan mempelajari dengan mempelajari Rod mill kita dapat memahami bagaimana cara menggunakan alat Rod mill untuk meremukkan batuan dan kemudian mengolah data yang di dapat dari percobaan tersebut dengan menggunakan rumus yang sudah ada.

Dari percobaan tersebut di lakukan 3 penggerusan dengan menggunakan waktu yang berbeda yaitu 1menit, 2,5 menit dan 5 menit. Dari ketiga penggerusan itu maka di dapat data yang kemudian dimasukkan kedalam tabel yang mana kemudian dibuat grafik berdasarkan data tersebut.

Dan dari grafik di dapat pada percobaan dengan waktu 1 menit RR80=0,89, percobaan dengan waktu 2,5 menit RR80=0,92 dan percobaan dengan waktu 5 menit RR80= 0,65.

G. Daftar Pustaka
1.http://hotdenmanurun.blogspot.com/2013/07/laporan-praktikum-modul-rod-mill.html
2.http://abenkminer.blogspot.com/2011/08/komin si.html
3. Penuntun pengolahan bahan galian

H. Lampiran

Gambar 2.6 Rod Mill
Gambar 2.7 Sieve Shacker

Gambar 2.8 Neraca Analitik

Gambar 2.9 Skop

Gambar 2.10 Kuas

Tanggal Diterima
Keterangan
Paraf
Nilai






Tidak ada komentar:

Posting Komentar